Rintis Kemandirian Ekonomi, Majlis Taklim Asmaul Husna Mina Produksi Kopi dan Madu
- account_circle Zaenal Arifin
- calendar_month Senin, 11 Mei 2026
- visibility 40
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pati – Majlis Taklim Asmaul Husna Mina terus menunjukkan peran aktifnya tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Berbasis di Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, majlis ini mulai merintis kemandirian ekonomi jamaah melalui pengembangan produk kopi dan madu lokal.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya membangun keseimbangan antara penguatan spiritual dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui pendampingan dan semangat kebersamaan, jamaah diajak untuk mengembangkan potensi usaha yang memiliki nilai manfaat dan peluang pasar yang menjanjikan.
Produk kopi yang dirintis berasal dari potensi hasil pertanian masyarakat sekitar, sementara produk madu dikembangkan sebagai bagian dari usaha alami yang bernilai kesehatan. Kedua produk tersebut diharapkan mampu menjadi identitas usaha jamaah sekaligus mendukung perekonomian keluarga.
Pengasuh Majlis Taklim Asmaul Husna Mina, H. Kasmuin selaku penyuluh agama Islam, menyampaikan bahwa dakwah tidak hanya berbicara tentang ibadah mahdhah, tetapi juga tentang membangun kemandirian umat. Menurutnya, masyarakat perlu didorong agar memiliki semangat usaha dan kemampuan ekonomi yang kuat.
Selain menjadi sarana ekonomi, kegiatan tersebut juga mempererat hubungan antarjamaah. Proses produksi, pengemasan, hingga pemasaran dilakukan secara gotong royong sehingga menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dengan semangat ikhtiar dan kebersamaan, Majlis Taklim Asmaul Husna Mina berharap usaha kopi dan madu yang dirintis dapat berkembang lebih luas serta menjadi inspirasi pemberdayaan ekonomi berbasis majlis taklim dan masyarakat akar rumput.
- Penulis: Zaenal Arifin
