Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » IPMAFA Gelar Wisuda Sarjana XV dan Pascasarjana II, Wisudawan Jadi Agen Perubahan

IPMAFA Gelar Wisuda Sarjana XV dan Pascasarjana II, Wisudawan Jadi Agen Perubahan

  • account_circle Zaenal Arifin
  • calendar_month Senin, 2 Nov 2026
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Patinesia.com- Pati. Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) menggelar Wisuda Program Sarjana XV dan Pascasarjana II. Prosesi wisuda dilaksanakan sebagai bentuk pengukuhan mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan di jenjang Perguruan Tinggi. Kegiatan wisuda berlangsung dengan khidmat dan penuh haru, dihadiri oleh senat, jajaran pimpinan kampus, para dosen, tamu undangan wisudawan beserta wali wisudawan(Sabtu, 31/10/2026).

Wisuda Program Sarjana XV dan Pascasarjana II dilaksanakan di halaman Kampus IPMAFA dengan mengusung tema “Dari Pesantren untuk Peradaban: Mengabdi dengan Ilmu, Berkarya dengan Integritas” Sebanyak 319 resmi resmi dikukuhkan sebagai wisudawan IPMAFA 2026. Dari 319 wisudawan tersebut, 306 merupakan wisudawan program Sarjana dan 13 wisudawan program Magister. Wisudawan sarjana berasal dari tujuh program studi, yakni Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) sebanyak 41 wisudawan, Program studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) sebanyak 65 wisudawan, Program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) sebanyak 107 wisudawan, program studi Perbankan Syariah (PS) sebanyak 60 wisudawan, program studi Zakat dan Wakaf (Zawa) sebanyak 5 wisudawan, program studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) sebanyak 11 wisudawan, dan program studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) sebanyak 17 wisudawan. Adapun lulusan pascasarjana berasal dari program studi Pendidiakan Bahasa Arab sebanyak 13 wisudawan.

Prosesi wisuda menjadi momen istimewa bagi para mahasiswa yang telah melewati berbagai proses perjuangan dalam pembelajaran, dan pengabdian kepada masyarakat (Tri Dharma Perguruan Tinggi) selama menempuh pendidikan di IPMAFA.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor IPMAFA, KH. Abdul Ghaffarozin menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan atas keberhasilan menyelesaikan studi baik Strata-1 maupun Strata-2. Selain itu, Ia menyampaikan bahwa Khidmah tidak boleh berhenti, perjuangan untuk bangsa tidak boleh berhenti meskipun kondisi saat ini sedang tidak baik-baik saja maka dari itu terapkan salah satu atau salah dua dari 9 nilai diantaranya nilai Al-I’timad ala Nafs yakni sikap mandiri dalam mencapai cita-cita mulia bangsa, mandiri untuk tidak berharap banyak pada para pembuat ekosistem. Selanjutnya nilai Kifah Al-Mudawamah, kejuangan dalam kehidupan selanjutnya di masyarakat, diantara dua nilai sangat relevan dalam mengakhiri masa studi.

“Jadilah manusia yang berbeda yang mampu memberikan perubahan, Santri tidak boleh dan tidak pernah menyerah,” pesan Rektor IPMAFA.

Pada kesempatan yang sama, Muhammad Bahrul Ulum ditetapkan sebagai wisudawan terbaik IPMAFA menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para dosen yang telah mencurahkan ilmu dan bimbingan selama masa studi. Mengutip hadis Nabi Muhammad SAW dalam kitab Jami’us Shoghir karya Imam Jalaluddin al-Suyuthi (man shona’a ilaikum ma’rufan fakafiruhu), ia mengingatkan rekan-rekan lulusan untuk membalas jasa para guru dengan aksi nyata.

“Bapak dan Ibu dosen telah memberi ilmu kepada kami, maka tugas kami adalah membalas kebaikan tersebut semaksimal mungkin dengan menebar kemanfaatan, salah satu faktor pendukung keberhasilan pembelajaran adalah lingkungan sosial yang positif.,” tutur Ulum dalam pidato kelulusannya.

Rangkaian wisuda dilanjutkan dengan orasi ilmiah oleh Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag mengenai “Dari Pesantren untuk Peradaban: Mengabdi dengan Ilmu, Berkarya dengan Integritas”. Ia menekankan ada empat hal yang perlu direnungkan para lulusan, yaitu membangun peradaban, peran perguruan tinggi dan pesantren, ilmu pengetahuan, dan integritas. Menurutnya, pengembangan ilmu di era revolusi digital tidak bisa dipisahkan dari dimensi etik dan moral.

Acara wisuda ditutup dengan doa dan dilanjut dengan foto bersama. Dengan dikukuhkannya 319 lulusan ini, IPMAFA berharap para alumni dapat menjadi agen perubahan yang mengabdi kepada umat, bangsa, dan agama.(Anto)

 

 

  • Penulis: Zaenal Arifin

Rekomendasi Untuk Anda

  • book near eyeglasses and cappuccino

    Fakta dan Hoaks: Panduan Membedakan Berita yang Benar

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Zaenal
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Di era digital, hoaks menjadi tantangan besar bagi masyarakat. Informasi palsu sering kali disebarkan dengan tujuan tertentu, seperti memprovokasi atau menyesatkan. Untuk membedakan fakta dan hoaks, langkah pertama adalah mengecek sumber berita. Pastikan berita berasal dari media yang kredibel dan memiliki reputasi baik. Perhatikan juga gaya bahasa yang digunakan. Hoaks biasanya menggunakan bahasa yang emosional […]

  • person holding ballpoint pen writing on notebook

    Tips Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di Kelas

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Zaenal
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Motivasi belajar merupakan faktor penting dalam keberhasilan pendidikan. Siswa yang termotivasi akan lebih aktif dalam belajar. Guru dapat meningkatkan motivasi dengan menciptakan suasana kelas yang menyenangkan. Metode pembelajaran yang variatif juga membantu. Memberikan apresiasi kepada siswa dapat meningkatkan semangat belajar mereka. Penghargaan sederhana dapat memberikan dampak besar. Selain itu, penting untuk memahami kebutuhan dan karakter […]

  • Segenap Mahasiswa Prodi PMI Bahu-Membahu Distribusi Air Bersih di Desa Tambahmulyo dan Tondokerto

    Segenap Mahasiswa Prodi PMI Bahu-Membahu Distribusi Air Bersih di Desa Tambahmulyo dan Tondokerto

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Zaenal Arifin
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Pati – Segenap mahasiswa Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA), Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), bahu-membahu menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di Desa Tambahmulyo dan Desa Tondokerto, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Selasa (22/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan dan mengalami keterbatasan akses air bersih. Salah satu koordinator mahasiswa, […]

  • Mahasiswa PMI IPMAFA Salurkan Air Bersih ke Empat Desa Terdampak Kekeringan

    Mahasiswa PMI IPMAFA Salurkan Air Bersih ke Empat Desa Terdampak Kekeringan

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Silvy
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Patinesia.com – Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA), kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di empat desa di Kabupaten Pati, Minggu (11/10/2026). Dalam distribusi tahap kedua ini, bantuan disalurkan ke Desa Treteg dan Kletek, Kecamatan Pucakwangi, serta Desa Mojoluhur dan Ronggo, Kecamatan Jaken. Kegiatan ini merupakan […]

  • KBIHU Jabalnur Pati Terus Dampingi Jamaah Jalani Tahapan Haji

    KBIHU Jabalnur Pati Terus Dampingi Jamaah Jalani Tahapan Haji

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Muin
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Makkah — KBIHU Jabalnur Pati terus memberikan pendampingan dan pembinaan kepada jamaah calon haji selama berada di Makkah. Pendampingan dilakukan dalam setiap tahapan ibadah agar jamaah dapat menjalankan rangkaian haji dengan tertib, nyaman, dan sesuai tuntunan,15 Mei 2025. Kepala rombongan, K. Machali bersama K. Abd. Rachman, menyampaikan bahwa pembinaan kepada jamaah dilakukan secara berkelanjutan, mulai […]

  • a group of men sitting in a room

    Dakwah Bil Hikmah: Menyampaikan dengan Bijaksana

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Zaenal
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Dakwah bil hikmah berarti menyampaikan dengan kebijaksanaan. Pendekatan ini sangat dianjurkan dalam Islam. Bahasa yang santun dan lembut akan lebih mudah diterima oleh masyarakat. Dakwah tidak boleh menyinggung atau menyakiti perasaan orang lain. Pendekatan yang bijak akan menciptakan suasana yang nyaman. Dengan dakwah bil hikmah, pesan kebaikan akan lebih mudah tersampaikan.

expand_less